Senin, 17 Mei 2010

Dampak Positive Internet sebagai Media Pembelajaran

Dampak Positive Internet sebagai Media Pembelajaran

Internet merupakan salah satu media pembelajaran. Sebagai media pembelajaran, internet memiliki dukungan yang cukup besar bagi peningkatan mutu pendidikan. Mengingat pendidikan selalu berkembang, sehingga diperlukan inovasi baru bagi perubahan paradigma pendidikan. Tentu saja memanfaatkan internet sebagai bagian dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu caranya. Namun tidaklah semudah dan sesederhana yang kita bayangkan, banyak yang harus diperhatikan, dipelajari dan dilakukan secara sungguh-sungguh sebelum menerapkannya dalam pembelajaran.

Fasilitas aplikasi internet cukup banyak sehingga mampu memberikan dukungan bagi berbagai pihak, seperti bagi keperluan militer, akedemisi, media massa maupun bisnis. Banyak aplikasi yang ada dalam internet. Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan dan beberapa parubahan mendasar pada paradigma dunia pendidikan. Salah satu perkembangan teknologi yang cukup pesat yaitu internet. Internet mampu membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien, karena dapat dilakukan tanpa harus saling bertatap muka. Namun tidak dapat dipungkiri lagi bahwa setiap teknologi selain memiliki kelebihan juga memiliki kelemahan. Kelemahan dari internet sebagai media pembelajaran yaitu tingginya kemungkinan gangguan belajar.

A. Perkembangan Internet

Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan beribu bahkan berjuta computer (local/wide area network) dan computer pribadi ( stand alone), yang memungkinkan setiap computer yang terhubung kepadanya bisa melakukan komunikasi satu sama lain. Internet memiliki cukup banyak aplikasi, diantaranya seperti Telnet, Gopher, WAIS , e-mail, Mailing List (milis), Newsgroup, File Transfer Protocol (FTP), Internet Relay Chat, World Wide Web (www). Dari keseluruhannya tersebut ada 5 yang digunakan dalam pendidikan, diantaranya e-mail, mailing list (milis), newsgroup, File Transfer Protocol (FTP),dan World Wide Web (www).


B. Internet sebagai Media Pembelajaran

Penggunaan internet sebagai keperluan pendidikan semakin meluas, terutama di negara-negara maju. Karena dengan adanya media internet dimungkinkan terselenggaranya proses pembelajaran yang lebih efekif. Hal tersebut terjadi karena adanya sifat dan karakteristik internet yang cukup khas, sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran sebagaimana media lain yang telah digunakan sebelumnya, seperti radio, televisi, video, cd-room interaktif, dll.

Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses pembelajaran di sekolah, internet harus mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara pengajar dengan pembelajar sebagaimana yang dipersyaratkan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Kondisi yang harus mampu didukung oleh internet tersebut terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan. Strategi pembelajaran yang meliputi penagajaran, diskusi, membaca, penugasan, presentasi dan evaluasi, secara umum keterlaksanaannya tergantung dari satu atau lebih dari tiga model dasar dialog atau komunikasi, sebagai berikut (Boettcher 1999):

a. Dialog atau komunikasi antara pengajar dengan pembelajar

b. Dialog atau komunikasi antara pembelajar dengan sumber belajar, dan

c. Dialog atau komunikasi diantara pembelajar

“Sanaky (1991:181) menyatakan apabila ketiga aspek tersebut diselenggarakan dengan komposisi yang serasi, maka dapat diharapkan akan terjadi proses pembelajaran yang optimal.” Internet merupakan media yang bersifat multi rupa. Artinya, pada satu sisi internet dapat digunakan untuk berkomunikasi secara interpersonal. Misalnya, dengan menggunakan e-mail dan chat sebagai sarana berkomunikasi antar pribadi. Internet juga memiliki kemampuan memfasilitasi kegiatan diskusi dan kolaborasi oleh sekelompok orang bahkan kemampuannya untuk menyelenggarakan komunikasi tatap muka (teleconference)..

Internet mampu dan dapat digunakan dalam seting pembelajaran di sekolah, karena memiliki karakteristik yang khas yaitu :

1) Sebagai media interpersonal dan juga sebagai media massa yang memungkinkan terjadinya komunikasi one-to-one maupun one-to-many

2) Memiliki sifat interaktif

3) Memungkinkan terjadinya komunikasi secara sinkron maupun tertunda, sehingga memungkinkan terselanggaranya ketiga jenis dialog atau komunikasi yang merupakan syarat terselenggaranya suatu proses pembelajaran.

Internet memiliki peran yang tidak kalah besarnya dan bahkan mungkin karena karakteristik nya yang khas maka di suatu saat nanti internet bisa menjadi media pembelajaran yang paling terkemuka dan dipergunakan secara luas. Untuk memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran di sekolah, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian danpenanganan serius agar pemanfaatan internet untuk pembelajaran dapat berhasil secara efektif dan efisien, yaitu:

1) Faktor lingkungan

2) Pembelajar

3) Pengajar

4) Faktor teknologi

Selain itu, pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran dalam seting pembelajaran disekolah, perlu dipersiapkan fasilitas dan sumber daya manusia,yaitu kesiapan pengajar, pembelajar, kebutuhan hardware dan software, dan dukungan teknik serta bentuk pemanfaatan.

1) Kesiapan pengajar

Keberhasilan pembelajaran berbasis internet ini secara signifikan ditentukan oleh karakteristik pengajar-pengajar yang akan dilibatkan dalam pemanfaatan internet. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

a) Pengajar perlu diberikan pemahaman tentang berbagai keuntungan, termasuk kelebihan dan kelemahan penggunaan internet dalam pembelajaran.

b) Pengajar akan berperan sebagai pengembang dan pengguna

c) Pengajar yang akan dilibatkan dalam pengembangan dan pemanfaatan internet untuk pembelajaran, hendaknya memiliki pengalaman dan kemampuan mengajar yang cukup.

d) Jumlah pengajar yang akan dilibatkan dalam pengembangan dan pemanfaatan internet untuk pembelajaran, hendaknya di sesuaikan dengan kebutuhan dan dilakukan secara bertahap

e) Pengajar harus memiliki komitmen dan keseriusan dalam menangani pengembangan dan pemanfaatan internet untuk pembelajaran. .

f) Tetap menjaga gaya mengajar tiap-tiap pengajar.

2) Kesiapan Pembelajar

Perbedaan-perbedaan karakteristik, sikap dan perilaku pembelajar harus dikenal seorang pengajar sebelum melakukan proses pembelajaran dengan berbasis internet. Dengan mengetahui karakteristik dari masing-masing pembelajar, seorang pengajar akan dapat memberiksan pelayanaan sebaik-baiknya pada masing-masing segmen dan memberikan kepuasan orang-orang di dalam segmen tersebut.

3) Kebutuhan Hardware dan Software

Untuk terselenggaranya kegiatan pembelajaran dengan dukungan internet, factor teknologi merupakan suatu hal yang mutlak harus tersedia dan harus memenuhi standard minimal yang dipersyaratkan, baik yang berkaitan dengan program, peralatan, infrastuktur, pengoperasian dan perawatannya.

Untuk mengembangkan, mengpoperasikan dan merawat infrastuktur tersebut perlu diperhatikan 4 aspek dari factor teknologi yaitu client (software dan hardware), server (software dan hardware), mode distribusi dan dukungan teknik.

4. Dukungan Teknik

Dukungan ini lebih bersifat kepada penyediaan sumberdaya manusia yang bertanggung jawab terhadap berfungsinya sistem dan memberikan bantuan apabila pengajar mengalami kesulitan berkaitan dengan perangkat keras maupun perangkat lunak, dalam pelaksanaan penyelenggaraan pembelajaran berbasis internet.

Sumberdaya manusia tersebut bisa direkurt secara khusus yang sudah memiliki kualifikasi untuk itu, ataupun dengan memberikan pelatihan khusus kepada beberapa orang pengajar yang mempunyai minat dan dedikasi kearah itu.

Hal-hal yang harus ada untuk memaksimalkan efektifitas Internet untuk pendidikan :

· Akses ke perpustakaan

· Akses ke pakar

· Melaksanakan kegiatan kuliah secara online

· Menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan

· Menyediakan fasilitas mesin pencari data

· Meyediakan fasilitas diskusi

· Menyediakan fasilitas direktori alumni dan sekolah

· Menyediakan fasilitas kerjasama,

· Dan lain-lain

Kesimpulan

Perkembangan teknologi yang pesat membawa perubahan pada paradigma dunia pendidikan. Banyak aplikasi dari internet yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Internet dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif dan efiisien.

Rabu, 05 Mei 2010

Pengaruh Musik sebagai Media Pembelajaran

Musik merupakan salah satu cara untuk merangsang pikiran untuk mendukung pembelajaran. Selain merangsang pikiran, musik juga dapat memperbaiki konsentrasi dan ingatan, meningkatkan aspek kognitif, membangun kecerdasan emosional, dll. Musik dapat menyeimbangkan otak kanan dan kiri, itu artinya music menyeimbangkan aspek intelektual dan juga aspek emosional. Siswa yang telah memperoleh pendidikan musik sejak dini, jika kelak dewasa akan menjadi manusia yang memiliki pemikiran logis, cerdas, kreatif, mampu mengambil keputusan serta memiliki empati.

Universitas-universitas di Jepang banyak yang mempunyai orkes Symphony sebagai kelanjutan dari pelajaran musik yang mereka terima di tingkat SD, SLTP dan SLTA. Begitu pun semua sekolah unggulan memasukkan mata pelajaran musik sebagai materi wajib intrakurikuler dan diperkaya dengan kegiatan ekstrakurikuler, dimana materi pelajaran musik yang diajarkan meliputi musik universal dan musik tradisional, nampaknya hasil pembelajaran siswa-siswi sekolah unggulan pun rata-rata sangat baik.

Tampak pada kurikulum (1994) yang berlaku, aspek keseimbangan belum terpenuhi. Kurikulum pendidikan formal di Indonesia hanya menekankan perkembangan intelektual semata dan tidak memperhatikan perkembangan kecerdasan emosi. Melihat alokasi waktu mata pelajaran musik setiap minggu hanya waktu 2 x 45 menit, (GBPP kurikulum mata pelajaran kesenian 1994) yang masih terbagi dengan mata pelajaran seni tari, seni rupa, dan kerajinan tangan.

Pengertian Musik dalam Pembelajaran

“Nirmala (2005) menyatakan terapi musik merupakan aplikasi unik dari musik untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang dengan membuat perubahan perilaku positif.” Dengan adanya musik membuat kita dapat berpikir dan lebih konsentrasi dalam mengerjakan sesuatu. Pengertian musik itu sendiri jika dalam pembelajaran adalah musik yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Musik disini misalnya disisipkan ketika presentasi dengan media power point atau juga pada saat seminar untuk mengkondisikan suasana. Oleh karena itu, musik memiliki kedudukan yang penting dalam mendukung kelancaran suatu pembelajaran.

Peranan Penggunaan Musik dalam Pembelajaran

“Gallahue (1998) dalam Raven (2008) mengatakan, kemampuan-kemampuan seperti kemampuan visual, auditif dan sentuhan makin dioptimalkan melalui stimulasi dengan memperdengarkan musik klasik. Ritme, melodi, dan harmoni dari musik klasik dapat merupakan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan belajar anak.” Di sini terdapat berbagai peran dalam penggunaan internet dalam pembelajaran, diantaranya:

a. Musik sebagai Pendekatan Belajar

Penggunaan music dalam pendekatan belajar dapat di lihat dari contoh kasus kemampuan matematika dan logika ada dalam korteks otak yang berdekatan dengan kemampuan musik dengan masa pembentukan 0 – 4 tahun. Untuk itu perlu dilakukan bermain hitungan sederhana bersama anak melalui media musik dalam mengajarkan berhitung, misalnya satu piring, satu garpu, satu sendok, saat bersantap di meja makan.

b. Musik Membangun Kecerdasan Emosional

Menurut peneliti “Siegel (1999) dalam Raven (2008), mengatakan bahwa musik dapat berperan dalam proses pematangan hemisfer kanan otak, walaupun dapat berpengaruh ke hemisfer sebelah kiri, oleh karena adanya cross-over dari kanan ke kiri dan sebaliknya yang sangat kompleks dari jaras-jaras neuronal di otak”. Efek atau suasana perasaan dan emosi baik persepsi, ekspresi, maupun kesadaran pengalaman emosional, secara predominan diperantarai oleh hemisfer otak kanan. Artinya, hemisfer ini memainkan peran besar dalam proses perkembangan emosi. Kecerdasan emosional perlu dikembangkan karena hal inilah yang mendasari keterampilan seseorang di tengah masyarakat kelak, sehingga akan membuat seluruh potensi anak dapat berkembang secara lebih optimal.

c. Musik Dapat Meningkatkan Aspek Kognitif

Selain membangun aspek kecerdasan emosional, music juga mampu menumbuhkan aspek kognitif. Kognitif merupakan semua proses dan produk pikiran untuk mencapai pengetahuan yang berupa aktivitas mental seperti mengingat, mensimbolkan, mengkategorikan, memecahkan masalah, menciptakan dan berfantasi. Mengacu pada perkembangan kognitif dari Piaget (1969) dalam teori belajar yang didasari oleh perkembangan motorik, maka salah satu yang penting yang perlu distimulasi adalah keterampilan bergerak. Ketrampilan bergerak ini dapat kita temukan pada saat mendengarkan musik.

Penyusunan Kurikulum yang Ideal

Hendaknya dalam penyusunannya, kurikulum memperhatikan pokok-pokok permasalahan yang ada dalam pendidikan Indonesia. Untuk mendorong pertumbuhan, kurikulum yang disusun berdasarkan atas taraf perkembangan anak, harus dapat memberikan pengalaman pendidikan yang spesifik yaitu melalui pendidikan musik di sekolah. Hal ini sesuai dengan teori belajar kognitif yang memperhatikan pengalaman tiap-tiap peserta didik.

Secara eksplisit dalam GBHN disebut bahwa tujuan Pendidikan Nasional adalah membentuk pembangunan sehat jasmani dan rohani, memiliki pengetahuan dan keterampilan dapat mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan sesama manusia merupakan fokus kurikulum masa depan sebagaimana yang dikerangkakan yaitu Iptek Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni.

Dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya perlu ada keseimbangan antara semua aspek perkembangan manusia yaitu perkembangan intelektual, perkembangan sosial, perkembangan emosi dan perkembangan moral yang ikut menentukan keberhasilan anak. Keswara (2010:9) “Indonesia menjadi negara dengan kurikulum terpadat di dunia, sebagai perbandingan di Australia hanya memiliki enam mata pelajaran untuk sekolah setingkat SMP sedangkan Indonesia ada 16 mata pelajaran untuk SMP”. Sehingga diharapkan adanya perhatian kita untuk memperhatikan kondisi pendidikan saat ini, sehingga dapat mengambil keputusan dalam kebijakan kurikulum.

Kesimpulan

Musik merupakan salah satu cara untuk mendukung kelancaran jalannya proses pembelajaran. Pembelajaran akan terasa lebih hidup dan tidak monoton, sehingga peserta didik pun akan lebih mudah mencerna materi yang disampaikan pendidik. Musik memiliki banyak peran, diantaranya merangsang pikiran, memudahkan dalam mengingat dan menghafal, membangun kecerdasan emosional, serta membangun aspek kognitif.

Saran

Dalam pengambilan kurikulum hendaknya perlu memperhatikan fenomena pendidikan yang ada. Tidaklah asal mengambil kebijakan kurikulum, yang terkadang saat dilaksanakan dilaksanakan. Dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya perlu ada keseimbangan antara semua aspek perkembangan manusia yaitu perkembangan intelektual, perkembangan sosial, perkembangan emosi dan perkembangan moral yang ikut menentukan keberhasilan anak. Untuk itu diperlukan musik untuk mendukung kelancaran suatu pembelajaran.

Daftar Pustaka

Keswara, Ratih. 2010. “Kurikulum Lalu Lintas Diterapkan di SMP-SMA” Artikel. Jakarta: Seputar Indonesia.

Nirmala. 2005. Musik (Meningkatkan Kemampuan Kerja Otak). Diakses pada hari Kamis tanggal 2 Mei 2010 jam 18:23, http://www3.suryaniinstitute.com

Raven. 2009. Pengaruh Musik dalam Pembelajaran. Diakses pada 2 Mei 2010 jam 18:35, http://pamangsah.blogspot.com

Diposkan oleh: Henny Slalu Semangat

Blog sebagai Media Pembelajaran

Definisi Blog

Blog berasal dari asal kata web log. Web artinya Internet, dan log artinya adalah catatan. Secara harfiah, blog bisa didefinisikan sebagai catatan harian yang ditulis dan dipublikasikan di internet. Sebenarnya tidak ada satu definisi yang pasti tentang blog. Terdapat banyak definisi tentang blog yang bertebaran di jagad Internet. Jadi blog adalah sebuah halaman web, dengan tulisan terbaru diletakkan di bagian isi paling atas, isinya sering diperbarui – kadang-kadang beberapa kali dalam sehari. Seringkali di sisi dari halaman web tersebut ada sebuah daftar link (tautan) yang merujuk ke halaman sejenis.

Manfaat Blog
Blog berasal dari kata web-log yang artinya catatan di web. Seperti asal katanya, blog mempunyai manfaat utama sebagai media uniuk menyampaikan informasi. Baik yang silatnya pribadi, misalnya catatan harian, ataupun bisa juga digunakan untuk promosi. Blog juga dapat digunakan untuk menarik minas. Tujuannya adalah menarik orang untuk menuliskan pengalamannya. Namun, penggunaan blog di Indonesia masih terbatas. Masih belum maksimat. Blog yang baik sebenarnya bisa menimbulkan inspirasi bagi pembacanya. Muatan tulisan yang baik tentu bisa memberikan efek baik pula. Contohnya adalah nasihat atau pengalaman berharga. Melalui blog, kita juga bisa menjaring network, terutama dengan orang-orang yang punya ketertarikan dan hobi yang sama. Dari situ kita bisa bertukar pengalaman dan informasi.
Media Pembelajaran